Friday, 30 September 2011

Kisah Yang Menyeramkan............. (Khas Untuk Kaki Pancing)

 Kisah Yang Menyeramkan............. (Khas Untuk Kaki Pancing)


Ajis memang kaki pancing, mana saja lubuk & sungai semua dia pergi, kalau ada yg cakap kat sungai tu ada ikan, ajis mesti pi try mancing kat situ.

Satu hari masa minum kat kedai kopi Pak Ngah Jiman, Ajis terdengar rakan2 sekampungnya bercerita tentang satu lubuk baru yg banyak ikan ditemui kat sungai di kampung seberang, kampung tu agak jauh & pedalaman sungai tu lebih kurang 5 km dr kampung tu, dekat tepi pinggir hutan.

Tengahari tu, Ajis dah bersiap nak pegi memancing kat lubuk yg diceritakan, siap pakai helmet, Ajis masukkan bekalan minum petang dan pancingnya dlm raga motor. Sepanjang perjalanan Ajis bernyanyi riang, jauh jugak nak kekampung seberang tu, dah hampir masuk waktu Asar baru Ajis sampai, teringat pulak dia tak sempat solat Zohor tadi & dia terpikir, karang kalau terus pi sungai tu, tak sempat plak solat Asar.

tak lama kemudian Ajis nampak sebuah surau yg agak uzur kat tepi jalan sunyi kampung tu. bergegas dia berhenti, ditengoknya keliling tak ada orang, sunyi saja surau tu.

Ajis segera mengambil wuduk dgn tergesa2 sbb waktu Zohor dah hampir nak habis.


Masa Ajis di rakaat yg kedua, Ajis tiba-tiba terdengar bunyi suara orang ketawa. Bulu romanya tiba2 meremang, "Hish, sapa pulak yg gelak2 tu?" bisik hati Ajis, setiap kali Ajis sujud, Ajis terasa kepala & tengkuknya berat dr biasa, Ajis tak sedap hati, ni surau tinggal ker, sbb dah uzur sangat dan alahai, sapa pulak duduk kat tengkuk dia ni.

Sedaya-upaya Ajis tenangkan hati, selesaikan solat dgn segera, dia nak tinggalkan cepat surau tu. Bulu romanya semakin meremang-remang sbb suara org ketawa semakin ramai, ada yg sampai terbatuk-batuk.

Syukur, Ajis dah berada di tahiyat terakhir, selesai memberi salam ke kanan dan ke kiri, Ajis meraup mukanya dgn tangan dr atas ubun2 kepala sampai ke dagu, then tiba-tiba Ajis tersedar.

hehehe...rupa-rupanya dia terlupa nak tanggalkan helmet masa nak sembahyang tadi, sbb terlampau nak cepat, bila dia toleh belakang, patutlah dengar orang ketawa, rupa-rupanya tok imam, bilal dan orang2 kampung yg dtg nak sembahyang Asar duk gelakkan dia sebab Ajis sembahyang pakai helmet, patut ler kepala dia rasa berat semacam.

Terus Ajis blah macam tu ajer, tak jadi pi memancing, dia pusing balik, sembahyang Asar kat rumah sendiri sajalah jawabnya..

Wallahu'alam............




...ustazpenang...

INILAH BURUNG ANGRY BIRDS YANG SEBENAR

INILAH BURUNG ANGRY BIRDS YANG SEBENAR

Assalamualaikum n salam sejahtera kepada semua sahabat. Taw kan apa itu AngryBirds??? Alahh takkan tak taw kan, tengah femes kat Malaysia sekarang ni. Hehee.... Haa, dibawah ni ada gambar burung AngryBirds yang sebenar. kih3....... Muka ganas jaa aku tengok.



Wallahu'alam.............


...ustazpenang...



Aku Menunggumu

Aku Menunggumu

Ini bukan sekadar kata-kata agar kamu jatuh hati padaku, namun ini adalah kejujuranku. Mengapa aku berkata seperti ini? Kerana aku menyukai orang-orang yang mencintaiNya. ... yang mencintai RasulNya... dan denganmu... kuharap keteguhanmu mampu mengajakku serta untuk semakin mencintaiNya. ..

Aku merindukanmu kerana Allah

Ini bukan untaian rahsia dalam hatiku untuk memikatmu. Mengapa aku berkata seperti ini? kerana aku tahu... mengucapkan ikrar suci itu menyempurnakan hidupku. Dan... Pernikahan adalah sunnah Rasullullah dan Rasulullah adalah kekasih Allah. Cinta adalah anugerahNya yang ditumbuhkan dihati orang-orang yang dikehendakiNya. Bagaimana aku tidak merindukan kehadiranmu wahai kekasih.... to come in my life ???

Aku menunggumu kerana Allah

Ini bukan rajutan perasaan untuk sebuah penantian. Mengapa aku berkata seperti ini? Kerana aku tahu, diriku terlalu banyak kekurangan.. . dan kerananya... aku perlukan seseorang yang lebih halus untuk menaklukkan hatiku yang tegas dan yang lebih teguh untuk menguatkan hatiku yang lemah dengan izinNya...

Aku tahu... terlalu banyak yang harus aku perbaiki... kerananya, aku menunggumu untuk menjadi pendamping hidupku... aku menunggumu untuk lebih membimbingku dengan tulusmu... untuk lebih mengajarku dengan sabar hingga kenikmatan imanku terhadapNya semakin dalam dengan izinNya.... disetiap harinya... untuk selama-lamanya Amin3...

Aku tahu, dalam hatiku... aku tak ingin hidup sendiri, kerananya, aku berharap... Allah menganugerahkan padaku seorang bidadari untuk berbagi banyak hal dan menerima apa adanya diriku, Ukhtyku.... Bila Engkau benar-benar ada dalam hidupku... semoga Allah memantapkan hati kita dan mendekatkan kita dijalan yang lebih Dia redhai...
Amin3...

Aku mencintaimu kerana Allah... aku merindukanmu kerana Allah dan aku menunggumu kerana Allah... diraga manakah jiwamu bersemayam?? ? Dari sini aku menatap jejakmu dengan raga yang menari bersama angin... diantara gemuruh ombak kerinduanku Rasakan getarku... yang membiarkan selarik bintang menemanimu serta untuk menjemputku. .. meskipun mungkin tak ada peta yang dapat dirimu digenggam... izinkan bisik hatiku sebagai petunjuk arahmu dengan izinNya...

Ya Rabbi... redakanlah rinduku dijalan yang terbaik menurut Engkau untuk dunia dan akhiratku Amin3....
Bila kerabat dan teman tak lagi cukup untuk menemani kehidupanku. .. maka hari itu adalah yang aku tunggu... apakah dia, jawapan itu???

Wallahu'alam...............



...ustazpenang...

Tenang dalam Setiap Sikap

Tenang dalam Setiap Sikap

Saudaraku yang baik, ketenangan menjadi sesuatu yang dibutuhkan setiap orang. Terutama ketika sedang menghadapi masalah atau saat hendak mengambil keputusan. Orang yang tenang tidak pernah galau, panik tergesa-gesa, tidak emosional, tidak overacting. Orang tenang, juga akan bisa menerima informasi lebih banyak, hingga dia bisa lebih memahami. Sedangkan orang yang emosional pendek kemampuan memahaminya, akibatnya kalau merespon akan tidak bagus karena keterbatasan pemahamannya.

Ketenangan pun akan membawa kewibawaan, atau karisma tersendiri bagi pemiliknya. Ia akan disegani oleh teman dan lingkungannya. Sebaliknya, orang yang overacting tidak akan memiliki kharisma. Terutama, kepada para calon pemimpin dalam skala apapun, ia harus berlatih mengendalikan diri, tetap tenang dalam kondisi bagaimanapun sulitnya. Dan, tenang bukan berarti lamban. Nabi Muhammad SAW adalah manusia paling tenang, tetapi berjalannya sangat gesit. Karena ketenangan tidak ada kaitannya dengan waktu, melainkan dengan pengendalian diri, artinya dia tetap gesit, tangkas tidak ada gurau berlebih, atau berteriak-teriak. Pribadi yang kalem senyum berukir jernih, tidak pula banyak bicara kalau memang tidak perlu bicara. Akibatnya, orang yang tenang mendapat ilmu yang lebih banyak, mendapatkan kemampuan memilih keputusan lebih baik.

Namun, ketenangan harus diupayakan agar tidak berujung menjadi sombong. Cirinya adalah ketika ia tidak peduli kepada orang lain. Dia diam tapi tidak mau mendengarkan. Malah mungkin asyik melakukan kegiatan yang lain (saat orang lain berbicara padanya). Atau, ada orang yang diam karena dia tengah memikirkan bantahan kepada orang lain, bukannya mengemas manfaat dari pembicaraan yang didengarnya.

Sehingga, tenangya kita responsif, tidak justru pelit. Reponsif seseorang memang bisa dipengaruhi oleh banyaknya keinginan, demografi (asal tempat menetapnya), lingkungan, tekanan kesulitan. Namun itu bisa diubah kalau memang ingin berubah. Nabi Muhammad SAW sendiri tertawa bila orang lain tengah melucu. Demikian pula bagi seorang pemimpin, keputusan terbaik adalah ketika ia memang memiliki akses informasi lengkap. Makin lengkap informasi makin akurat keputusannya. Dan informasi itu sendiri tidak boleh diambil hanya dari satu pihak. Kita harus belajar dari kedua belah pihak, baru mengambil keputusan. Dan yang harus kita sadari adalah tidak ada keputusan tanpa resiko, semua keputusan ada resikonya. Kita hanya perlu menghitung resiko yang paling minimal.

Wallahu'alam............



...ustazpenang...

Cahaya Kehidupan

Cahaya Kehidupan

Didalam kehidupan ini, cahaya merupakan sesuatu yang tak asing lagi. Mustahil mata dapat melihat berbagai keindahan dunia tanpa ada cahaya yang menerangi. Beberapa saudara kita ada yang tak bisa menikmati cahaya dunia karena cacat pada mata, namun mereka bisa menikmati cahaya kehidupan yang indah ini. Bahkan terkadang, kita yang normal matanya tak mampu menikmati cahaya kehidupan ini.

Subhanallah, wahai saudaraku, hati kita butuh cahaya kehidupan agar hati kita dapat melihat yang mana yang baik dan yang mana yang buruk. Hati kita butuh cahaya untuk menerangi jalan kehidupan ini. Hati kita sangat membutuhkan cahaya untuk melihat kotoran yang melekat pada diri kita.

Makin dekat kita dengan sumber cahaya itu, makin PEKA-lah hati kita untuk melihat hal baik dan buruk yang bertebaran di sepanjang jalan kehidupan kita. Makin dekat kita dengan cahaya yang dapat menyinari kita, makin MAMPU-lah hati kita untuk memilih persimpangan jalan yang benar yang ada disepanjang jalan hidup kita. Makin kuat kita berlari menuju cahay kehidupan itu, makin terlihatlah kotoran-kotoran dosa yang melekat pada diri kita, baik besar maupun kecil.

Allah-lah cahaya kehidupan itu, sudaraku. Tatkala kita berusaha melaksanakan petunjukNya dan menjauhi apa yang Ia tidak kehendaki, saat itulah kita mendekati cahayaNya dan saat itulah hati kita diterangi olehNya. Tatkala kita membuang jauh-jauh petunjukNya yang sudah nyata ada dihadapan kita lalu kita ragu akan kebenaranNya dan kita tutup mata hati kita untuk melihat aturan yang sudah Ia tetapkan, maka saat itulah kita berlari menjauh dari cahaya yang dibutuhkan oleh hati kita, saat itulah jiwa kita memutuskan untuk “betah” berada didalam kegelapan yang sangat membahayakan dan saat itulah hati kita BUTA karena tidak bisa melihat kebenaran dan tidak dapat mengidentifikasi kemungkaran.

Mudah-mudahan kita termasuk insan yang rindu akan cahayaNya. Biarkanlah percikan cahaya Allah SWT ini masuk ke relung hati kita dan membersihkan jiwa kita. Sudah saatnya kita pergi jauh-jauh dari kegelapan yang membosankan ini. Mari bersama kita gapai cahayaNya.

Wallahu'alam..............



...ustazpenang...

Kasih Sayang Allah

Kasih Sayang Allah

Keberadaan manusia di muka bumi ini dengan segala kenikmatan yang didapatkan, tidak lain merupakan hadiah dari Allah SWT bagi manusia. Tanpa adanya kasih sayang Allah kepada kita, mustahil manusia mampu bertahan hidup walau hanya sedetik saja. Rasanya, tidak terlewatkan barang sedetikpun nikmat Allah yang turun ke bumi selalu kita rasakan. Sayang, ternyata tidak banyak yang mau bersyukur atas semua itu.

Bentuk kasih sayang Allah yang jauh lebih besar lagi tercantum di dalam Al-Qur’an, Surat At-Tahrim ayat ke-6. Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah diri dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.

Jika kita perhatikan ayat ini, Allah SWT dengan tegas dan jelas menyuruh kepada kita (khususnya kepada suami selaku kepala keluarga) agar menjaga diri kita masing-masing dan keluarga kita agar tidak masuk ke dalam neraka. Di satu sisi, ini merupakan perintah yang tegas dari Allah kepada kita. Akan tetapi, jika kita renungkan lebih dalam, maka kita akan mendapatkan sesuatu yang sangat bermakna.

Ternyata, Allah menginginkan kita semua masuk ke dalam surgaNya. Allah ingin supaya kita semua berkumpul di dalam surgaNya dan merasakan segala kenikmatan yang Dia berikan. Allah memerintahkan kepada kita, khususnya para suami agar ia dan keluarganya dapat masuk ke surga. Oleh karena itu, kita harus selalu menghindari segala sesuatu yang dapat menarik kita ke dalam jurang neraka.

Janganlah seorang suami memberikan makanan dan minuman haram kepada istri dan anak-anak kita, karena makanan dan minuman haram itu akan menjadi penyebab kita dan keluarga kita ikut masuk ke dalam neraka.

Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Dia mencintai dan menyayangi kita melebih kasih sayang kita kepada diri kita sendiri.

Wallahu'alam.............




...ustazpenang...

Thursday, 29 September 2011

Iktibar Sebatang Pensil

Iktibar Sebatang Pensil

Pernah seorang anak lelaki bertanya kepada ibunya yang sedang menulis.

“Apa ibu sedang tulis? Ibu menulis tentang siapa? Atau pengalaman ibu?”

“Ibu menulis tentang diri kamu, tapi ada yang lebih penting daripada itu iaitu pensel ini.”

“Apa yang istimewa tentang pensel ini?” tanya si anak.

“Ibu berharap hidupmu adalah seperti pensel ini. Walaupun sebatang pensel, ada lima nilai yang boleh kita pelajari daripadanya. Mahu tahu?”

“Iya, ibu.”

Pertama, pensel ini mengingatkan jika kamu boleh membuat sesuatu yang hebat dalam hidup ini. Jangan lupa, ibarat pensel, ada tangan yang memegangnya. Maka, ingatlah akan adanya kuasa yang membimbing langkah hidupmu iaitu Allah SWT. Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendak-Nya.

Kedua, ketika menulis, pensel kerap menjadi tumpul. Ibu terpaksa berheti untuk mengasahnya. Pensel ini pasti menderita ketika diraut, tetapi hasilnya ia menjadi tajam dan bagus tulisannya. Begitu juga akan berlaku dalam hidup kamu. Kamu mesti berani menempuh kesusahan kerana ia menjadi baja atau sebab untuk dirimu menjadi lebih baik.

Ketiga, pensel ini mungkin menghasilkan tulisan yang salah. Namun kita boleh memadamkan dan betulkan tulisan ini semula. Begitu yang ibu harapkan kepada anak ibu ini, sentiasalah memperbaiki kesalahan dalam hidup. Ia bukanlah sesuatu yang hina kerana dengan memperbaiki kesalahan, kita akan sentiasa berada di jalan yang benar.

Keempat, tahukah anak ibu mana yang lebih penting, luar atau isi pensel ini? Sudah tentu arang atau karbon di dalamnya. Oleh itu, berhati-hatilah dengan apa yang tidak baik dalam diri kamu itu dan hindarilah.

Kelima, pensel ini selalu meninggalkan tanda atau goresan. Begitu juga kamu, apa sahaja yang kamu buat, pasti akan meninggalkan kesannya pada diri atau pada orang lain. Ibu harap kamu akan selalu berhati-hati dan bijak dalam bertindak.

Inilah antara kata-kata yang baik untuk si anak membawa prinsip yang positif. Wahai ibu bapa, jangan berputus asa. Apa sahaja kata-kata semangat yang kita ulang-ulangkan kepada anak-anak (walau nampak seperti mereka tidak mengendahkan) pasti akan membawa bekas dalam jiwa mereka, insya Allah...
 Wallahu'alam............


...ustazpenang...

Thursday, 22 September 2011

Pengorbanan Seorang Ibu

Pengorbanan Seorang Ibu

Ini adalah kisah benar pengorbanan seorang ibu semasa Gempa Bumi di China.
Selepas gempa bumi reda, apabila penyelamat tiba di runtuhan rumah seorang wanita muda, mereka melihat mayat beliau melalui celah runtuhan dan timbunan tanah. Tetapi entah bagaimana ia kelihatan agak aneh seperti melutut pada seseorang dan menyembah ke hadapan, dan dua tangannya menyokong sesuatu objek. Rumah runtuh itu telah menghempas belakang dan kepalanya.

Dengan usaha yang sukar, ketua pasukan penyelamat meletakkan tangannya melalui celahan yang kecil di dinding untuk mencapai badan wanita tersebut. Dia berharap bahawa wanita ini mungkin masih hidup. Walau bagaimanapun, badannya yang sejuk dan kaku membuktikan bahawa wanita itu telah meninggal dunia.

Dia dan seluruh pasukan meninggalkan rumah itu dan mencari mangsa pada bangunan runtuh yang seterusnya. Tanpa sebarang alasan, ketua pasukan ini didorong oleh satu kuasa yang kuat menariknya untuk kembali ke rumah wanita yang runtuh itu. Sekali lagi, dia melutut dan melalui celahan runtuhan yang sempit untuk meninjau keadaan mayat itu. Tiba-tiba, dia menjerit kegirangan, "Seorang kanak-kanak! Ada kanak-kanak! "

Seluruh pasukan bekerja bersama-sama dengan berhati-hati mereka memindahkan objek runtuhan yang menghempas wanita itu hingga mati. Terdapat seorang kanak-kanak lelaki berusia 3 bulan yang dibalut dengan selimut berbunga di bawah mayat ibunya. Jelas sekali, wanita itu telah berkorban hingga ke akhir hayatnya untuk menyelamatkan anaknya. Apabila rumahnya runtuh, dia menggunakan tubuhnya untuk melindungi anaknya. Budak lelaki itu masih tidur dengan nyenyak semasa ketua pasukan penyelamat itu menemuinya.

Doktor bergegas datang untuk memeriksa anak kecil tersebut. Selepas beliau membuka selimut, terdapat telefon bimbit di dalam selimut itu. Tertera teks mesej pada skrin telefon bimbit itu, "Jika kamu boleh hidup, kamu harus ingat bahawa ibu sayang kamu." mesej ini telah dihantar dari satu tangan ke tangan yang lain. Setiap individu yang membaca mesej pasti menangis. "Jika kamu boleh hidup, kamu harus ingat bahawa ibu sayang kamu." Begitulah kasih sayang seorang ibu pada anaknya!!

Wallahu'alam.............



...ustazpenang...

Tuesday, 20 September 2011

Honeymoon Sebelum Masanya

Honeymoon Sebelum Masanya

Segala puji hanya milik Allah, Tuhan sekalian alam. Maha Suci Allah yang menciptakan kami ummat manusia, yang punyai akal, punyai emosi juga nafsu.

Terima kasih Allah, dan ampunkanlah dosa-dosa kami Ya Allah, sungguh kami makhluk yang mudah benar lupa dan alpa.

Lalai dalam melaksanakan amanah dan suruhan. Mudah pula membuat kerosakan dan melanggar suruhan-Mu. Astaghfirullahalazim...

Dewasa ini, bagai cendawan tumbuh selepas hujan.
Hampir setiap hari kita dijamukan dengan berita yang menyedihkan, kes buang bayi. Bunuh bayi. Campak bayi. Bakar bayi. Tanam bayi. 'Flush' bayi dan macam-macam hal lagi yang tidak terfikir dek akal.

'Hebatnya' akal ciptaan Allah namun mengapa manusia sering menyalahgunakannya?
Mana perikemanusiaan?
Mana rasa takut dan gentar kepada hukuman-hukuman Tuhan?
Mana perasaan belas?

Allahurabbi.
Mungkin bukan perkara baru. Buang bayi sudah lama sinonim dengan masyarakat kita.
Namun apa yang kian menyedihkan adalah kerana kebelakangan ini, masalah keruntuhan moral ini kian merebak dan menular ke dalam masyarakat kita, ibarat barah yang tidak mampu dikawal, menyelinap dan melibatkan pelbagai lapisan umur. Menakutkan.

Banyak kes buang bayi melibatkan remaja bawah umur. Apatah lagi mengandung anak luar nikah. Astaghfirullahalazim. Apa sudah jadi. Apa nak jadi?

Mana salahnya, mana silapnya?

Adakah kerana silap kita sebagai masyarakat yang tidak cakna dan bersikap tidak ambil peduli? Merujuk kes kanak-kanak yang didera sampai mati.

Bukankah ibunya bersekedudukan dengan kekasihnya ketika suaminya dipenjara? Apakah masyarakat terutama ibu bapa kepada wanita tersebut tidak pernah ambil kisah?

Bersikap tidak peduli dan lepas tangan? Itu baru satu contoh, sedangkan disekeliling kita, banyak lagi kes-kes yang lebih kurang serupa.

Apa peranan kita sebagai masyarakat dalam usaha membanteras gejala masalah sosial yang makin memburuk?

Remaja (kanak-kanak) berusia semuda 13 tahun juga buang anak!

Bayangkan, adik-adik kita di rumah, anak-anak kita yang berbaju kurung bertudung putih ke sekolah, sopan dan manis sekali, tapi hakikatnya mereka terdedah dengan pelbagai kemungkinan.

Jangan terlalu yakin bahawa anak-anak dan adik-adik kita itu kekal selamanya bebas dari anasir-anasir jahat?

Jangan terlalu berpuas hati dan percaya kepada mereka bulat-bulat.
Kadangkala, perasaan ingin tahu, curiga dan syak wasangka itu perlu. Luangkan masa, siasat dengan siapa anak kita berkawan.

Periksa beg sekolah anak-anak. Jika ada handphone tengok senarai nama dalam telefon anak-anak.
Periksa apa ada dalam hanphone anak-anak. Selidik ada apa dalam bilik anak-anak.
Itu tanggungjawab ibu dan bapa, sebagai usaha mencegah sebarang kemungkinan buruk yang mungkin terjadi.

Tiada siapa yang tahu apa yang akan terjadi pada masa hadapan, oleh itu, langkah pencegahan perlu dilakukan dan setiap dari kita harus sentiasa berhati-hati.

Mungkin hari ini kita bertudung labuh, tidak pernah bergaul dengan lelaki apatah lagi berzina.
Tapi tahukah anda? Bukan perkara mustahil, malahan di IPTA juga kita sering 'dikejutkan' dengan kes gadis bertudung labuh ditangkap berkhalwat dengan teman lelaki. Na'uuzubillah.

Bukan niat saya ingin memburuk-burukkan mereka yang bertudung labuh, atau berkopiah (baik budi pekerti).

Namun apa yang saya ingin tekankan adalah, kita manusia mudah terpedaya dengan pujukan dan hasutan syaitan dan nafsu jahat. Jangan mudah berpuas hati dengan amalan yang kita ada.
Jangan terlalu yakin dengan 'tahap keimanan' kita. Paras keimanan kita sentiasa berubah-ubah, ada naik dan turun.

Mungkin hari ini kita terpelihara oleh-Nya dari sebarang kemungkaran tapi esok lusa siapa tahu?
Mungkin juga kita menjadi hamba nafsu dan syaitan. Na'uuzubillah.

Oleh yang demikian. Teruskanlah dan kekalkanlah. Sentiasa berhati-hati dan menjaga diri. Jangan biarkan diri terdedah apatah lagi terjebak dalam gejala zina.

Perbuatan haram yang dilarang oleh Allah pastinya bersebab.
Namun begitu, kita manusia sering merasa 'lazat' ketika memilih yang haram.

Mengapa dan kenapa terjadi begitu?

Apakah kerana ketika melakukan kemungkaran syaitan ikut sama?
Bergembira dan bersorak sorai?
Jadi dengan itulah kenikmatannya berganda-ganda?
Bahagiakah hati jika menjadi hamba dan sahabat syaitan?
Bahagiakah jiwa yang dicipta oleh Sang Pencipta dengan kenikmatan yang sementara itu?
Jangan dekati zina. Ibarat menagih dadah, sekali terkena menjadi gian dan ketagih. Mahu lagi dan lagi, sampai bila?

Sedangkan mati bila-bila masa saja akan datang berkunjung. Layakkah kita mencium haruman syurga apatah lagi menjadi penghuni syurga jika kita mati dalam kemungkaran?
Cukup kuatkah kita untuk diseksa dan diazab di neraka? Na'uuzubillah.

Bersyukur jika kita tidak pernah terjebak dengan zina. Dan seandainya kita sudah atau telah terlibat, segerakanlah bertaubat. Jangan bertangguh. Mohon ampun dan kemaafan dari-Nya.

Ramai orang (merujuk kepada thread-thread yang dibuka di iluvislam.com) risau dan runsing memikirkan masa depan, siapa yang sudi mengambil diri sebagai isteri.

Bagaimana penerimaan orang akibat daripada keterlanjurannya.
Dan ramai yang lupa, hidup di dunia cuma sementara. Akhirat jua yang kekal abadi.
Apalah sangat pandangan orang jika hendak dibandingkan dengan pandangan Allah? Bertaubatlah, mohon ampun dari Allah. Selebihnya, serahkan kepada Dia untuk tentukan jalan hidup kita.

Moga-moga ada sinar bahagia menanti di hadapan, tapi usah terlalu berharap.
Andai kebahagiaan selamanya tidak menjadi milik kita di dunia, berbaik sangka, mungkin Allah ingin terus menguji dan mungkin juga Allah sedang 'menyucikan' kita dari dosa-dosa silam.
Biarlah sengsara di dunia yang sementara, asalkan di negeri abadi kelak, syurga menjadi tempat kita mengutip bahagia.

Mari. Sebagai mereka yang cakna dan peduli tentang nasib ummah, masyarakat sekeliling kita.
Ayuh! Kita berganding bahu, membantu selagi termampu untuk memberi kesedaran kepada masyarakat tentang keburukan dan kewajipan untuk menjauhi dan mencegah zina.

Jauhilah perbuatan 'honeymoon' sebelum tiba masanya.
Ketahuilah, persetubuhan antara lelaki dan wanita juga merupakan antara nikmat yang dianugerahkan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya.

Namun janganlah kita kotorinya dengan memilih untuk berzina. Bersabar dan pelihara diri dan kemaluan.
Tunggu masa yang betul untuk melunaskannya. Yakni selepas nikah.

Jangan mengambil mudah soal dosa dan pahala kerana akibatnya buruk, hanya Allah yang lebih tahu.
Jangan beri peluang kepada syaitan untuk menggoda dan menghasut kita melakukan kemungkaran.
Sesungguhnya syaitan itu benar-benar licik dan berpengalaman dalam menyesatkan umat manusia. Marilah kita saling mengingatkan.

Moga Allah melindungi kita dan seluruh muslimin dan muslimat. Ingat mati. Ingat mati. Ingat mati.
Dunia hanya sementara. Mati itu pasti. Akhirat itu kekal abadi.

Wallahu'alam...........



...ustazpenang...

Sengsara Orang Yang Berzina

Sengsara Orang Yang Berzina

Kebebasan sesuatu yang dicari manusia, tetapi yang menakutkan ialah kebebasan membuatkan manusia terbabas. Bebas daripada ikatan agama, menjadi seperti haiwan tiada sebarang kawalan, membujur lalu melintang patah.

Kehidupan remaja yang sebegini amat dibimbangi. Remaja adalah harapan segalanya, harapan bangsa, agama dan negara. Cemerlang remaja cemerlanglah masa depan negara, rosak mereka kelamlah masa depan.

Bebas dalam pergaulan amat dibimbangi. Lelaki perempuan jika sudah tiada batasan dalam pergaulan amat ditakuti terjerumus dalam kancah maksiat.

Berkawan memang boleh untuk belajar, berkenalan dan bersembang tetapi jangan sampai tidak terkawal. Islam dengan lengkap menunjukkan jalan dan batasnya.
Tulisan kali ini berkisar mengenai bahaya zina yang berleluasa akibat hidup tanpa batas. Cinta tanpa batas dan pergaulan tanpa batas.

Memang segala yang melampau batas akibatnya amat tercela. Berzina seakan-akan wabak menyerang minda sesetengah remaja yang menganggap ini soal peribadi.

Dosa aku, aku tanggung. Kubur masing-masing, kamu punya kubur kamu jaga, aku punya kubur aku jaga. Itu salah!!!

Kubur kita orang lain yang gali. Kadang-kadang kubur orang lain kita yang gali.
Zina ertinya melakukan hubungan kelamin tanpa hubungan perkahwinan yang sah. Hukumnya adalah dosa besar dan menurut perundangan Islam disebat sebanyak seratus rotan kalau penzina itu belum berkahwin manakala hukum rejam sampai mati dikenakan kepada pasangan yang telah berkahwin.
Hukuman ini berkuat kuasa walaupun pasangan penzina ini melakukannya hanya sekali. Dalam kitab Zabur diceritakan orang yang berzina, kelak kemaluannya akan digantung di dalam api neraka, dipukul dengan rantai daripada besi.

Dalam riwayat ada juga menyebutkan kemaluan orang yang berzina akan dibakar dengan api dalam keadaan bernanah dan berapi, malah akan dibesarkan kemaluannya sama ada lelaki atau perempuan sehingga sebesar bukit Uhud.

Minta Allah lindungkan kita dan untuk maklumat, bukit Uhud panjangnya sejauh sembilan kilometer. Yang mesti dihindari bukan saja berzina tetapi juga sebab-sebab yang membawa kepada perzinaan.

Islam satu agama yang amat releven dan penuh idea bukan hanya menumpukan isu rawatan tetapi terlebih dulu memberikan idea pencegahan. Semua tahu mencegah lebih baik daripada merawat.
Dalam hal ini Allah sebagai Tuhan yang amat mengetahui menyebut dalam al-Quran:
"Janganlah kamu menghampiri zina sesungguhnya zina itu sangat menjijikkan dan jalan yang sangat jelek."

Berdua-duaan dengan pasangan bukan mahram adalah haram. Di dalam kereta berdua-duaan, di dalam rumah berdua-duaan, menaiki motor apa lagi saling merapat-rapat lagi haram.

Dalam satu hadis melaporkan, apabila lelaki dan perempuan berdua-duaan berbondong-bondonglah tentera iblis mengerumuni untuk menggoda supaya melakukan maksiat.

Bagi memahami dengan lebih jelas lagi berlakunya zina akibat berdua-duaan mari kita melihat satu hadis nabi yang bermaksud:
"Dua mata yang berzina (saling bertentangan mata) telinga berzina (saling dengar pujuk rayu), lidah berzina (cakap-cakap) zina tangan (berpegangan) zina kaki (melangkah pergi jumpa) zina hati (keinginan dan khayal seks) dan yang membenarkan semua zina anggota itu ialah zina kemaluan."

Apabila nafsu sudah ditawan syaitan al-maluun manusia menjadi bodoh dan dungu. Akal sudah tidak berfungsi lagi malah pada waktu itu kadangkala suara iman sudah tidak menasihati lagi. Jika terdetik berdosa akan 'diterjah' dan akhirnya iman terkeluar dan tercampak ibarat kereta yang tidak dapat dikawal lagi terus terbabas.

Wallahu'alam..............




...ustazpenang...

Kerana Rakan, Diri Terjebak Dengan Zina

Kerana Rakan, Diri Terjebak Dengan Zina

Siti (bukan nama sebenar) sudah pun bekerja di sebuah syarikat dalam bahagian pemasaran. Beliau memiliki diploma dari sebuah universiti tempatan.

Siti hanya pergi kerja pada waktu pagi dan pulang pada waktu tengah malam. Itulah sahaja aktiviti beliau seharian tanpa memikirkan pasal orang lain sehingga beliau mengetahui salah seorang kawan telah mempunyai teman lelaki. Beliau rasa amat iri hati dengan kawannya. Faktor kawan menyebabkan Siti terpedaya dengan fitnah dunia.

Peristiwa malang bermula apabila dia bertemu dengan seorang pelanggan lelaki iaitu Ali (bukan nama sebenar). Setelah pertemuan itu, Ali sentiasa bertanya khabar, menelefon dan berSMS dengan Siti. Hal ini menyebabkan Siti jatuh hati kepadanya.

Hidup Siti berubah selepas itu. Siti berkerja pada waktu siang, tetapi malamnya dihabiskan dengan keluar malam bersama Ali sehingga ditakdirkan beliau mengandung.

Pada ketika itu beliau berasa tidak tahu ingin membuat apa-apa. Ali berjanji untuk bertanggungjawab dengan perkara tersebut, namun hanya manis dengan kata-kata tetapi tidak indah dari tindakannya.
Akhirnya Siti ditinggalkan bersendirian dengan kandungannya sehinggalah dia dikenalkan dengan rumah perlindungan Raudhatus Sakinah.


Apabila ditanya tentang masa depannya, Siti berazam untuk menjadi seorang isteri solehah dan seorang ahli perniagaan yang berjaya.
**********

Perkongsian pengalaman Siti menunjukkan bahawa pengaruh rakan amat penting. Andai kita berkawan rapat dengan orang-orang yang baik dan soleh, insyaAllah ia akan membantu kita untuk menjadi seorang yang baik.

Jika kita berkawan rapat dengan orang-orang berjaya, insyaAllah suatu hari nanti kita juga akan berjaya.

Selain itu, kita tidak boleh membiarkan masa lapang kita dihabiskan dengan perkara-perkara yang tidak bermanfaat.

"Jika kita tidak disibukkan dengan urusan kebaikkan, nescaya kita akan disibukkan dengan urusan kebatilan." - Hassan Al-Basri

Wallahu'alam.............



...ustazpenang...

Zina: Skrip Berulang

Zina: Skrip Berulang

Kisahnya berkenaan lelaki dan wanita berzina dan ingin bertaubat. Itu satu hal. Yang mengejutkan daripada hampirt 100 komen di bawah artikel itu, boleh saya rumuskan 50% komen menceritakan dan memohon untuk menyelesaikan masalah zina masing-masing.
Ini bukan lagi isu terpencil!

"Saya dan dia sudah kenal lama... kami mahu berkahwin tetapi keluarga pihak lelaki tidak bersetuju. Dan sekarang kami sudah terlanjur dan ingin bertaubat."

"Kami sudah bertunang... dia sebenarnya seorang lelaki yang baik. Tetapi akhirnya kami tewas dengan desakan nafsu masing-masing."

"Pada awal jumpa dengan saya dia seorang lelaki yang baik dan hormati saya. Pertemuan kami yang pertama di Shopping Mall. Selepas dua tiga kali bertemu kami tidak melakukan hal terlarang melainkan hanya berpegangan tangan. Selepas itu, dia minta lebih. Awalnya saya bertegas, tetapi layu dalam pujukan dia."

Itu komen-komen di blog. Dan sekarang pula cerita di akhbar tabloid negara.
Seorang mangsa, Rozie, 20, dari Ampang tidak menyangka perkenalan dengan seorang jejaka melalui laman sosial Facebook bakal menjadi titik hitam dalam hidupnya. Katanya, menerusi laman sosial itu, Boy dilihat seolah-olah tidak mempunyai ramai rakan perempuan berikutan tiada kenalan wanita dalam senarai sahabatnya. "Ini menyebabkan saya menganggap Boy bukan kaki perempuan dan boleh dipercayai. "Kami bertemu buat kali pertama apabila dia mengajak saya ke majlis hari jadi rakannya," kata Rozie yang jatuh cinta dengan Boy yang bersopan-santun dan pandai menjaga hatinya."Di tempat kerja, saya kerap diganggu lelaki, tetapi Boy pula sering mengambil berat dengan menjaga saya daripada diganggu mereka," katanya yang bertugas sebagai pakar kecantikan di ibu kota. Akibat terlalu percayakan lelaki itu, Rozie mengandung hasil hubungan terlarang mereka selepas setahun menjalin cinta.

Itulah satu daripada ribuan cerita liku kehidupan masyarakat pada masa sekarang. Denga hanya internet penyambung hubungan. Allah, Rasul, keluarga dan maruh ditolak ke tepi. Semuanya atas nama cinta.

Sungguh mereka tidak mengerti untuk membezakan apa itu CINTA dan apa itu NAFSU.

Kasih Rasul Terhadap Wanita
Dalam sejarah umat, insan yang paling kasih dan cinta kepada wanita ialah Rasulullah s.a.w. Tidak sedikit usaha, teguran dan tindakan yang dibuat dalam menterjemahkan perasaan cinta Baginda terhadap kaum hawa ini. Tetapi sering kali kita mengabaikan bahkan memperlekehkan nasihat Baginda.

"Islam ini kuno. Itu tak boleh, ini tak boleh. Tension tahu!"
"Mak ayah aku pun tak bising... yang kau bawa al-Quran dan hadis segala ini buat apa. Sikit-sikit Islam, nak cakap Islam pergi masjid la beb?"

Bagi yang mengatakan Islam yang Rasulullah s.a.w bawa itu kuno, mengongkong, dan segala nista, saya ingin mengajak kita sama-sama renung satu kisah sirah nabawi ketika Baginda menunaikan Haji Wida', haji yang terakhir Baginda. Baginda memberikan satu khutbah umum yang terakhir dalam hidupnya. Salah satu aspek yang Baginda sentuh adalah berkenaan kaum Hawa.

"Wahai Manusia Sebagaimana kamu mempunyai hak atas isteri kamu mereka juga mempunyai hak di atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka keatas kamu, maka mereka, juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang.

Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah-lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina."

Rasulullah s.a.w.
Inilah insan yang mempertegaskan hak wanita, inilah jua insan yang anda katakan kolot. Inilah insan yang menyuruh melayani wanita dengan kasih sayang, inilah jua insan yang anda katakan mengongkong. Inilah insan yang melayani wanita dengan lemah-lembut, inilah jua insan yang anda katakan out of date.

Skrip Berulang
Jika kita melihat senario di atas, modus operandi hingga terjadinya zina dan sama waktu dengannya adalah mudah dan berulang-ulang kisahnya.
01.Berkenalan.
02.Lelaki berlakon baik atau memang baik pada awalnya.
03.Perempuan terkesima dengan baik budi dan ayat si lelaki.
04.Keluar bersama untuk kali pertama dan lelaki itu kelihatan sungguh baik dan sopan.
05.Hubungan semakin rapat dan lelaki meminta berpegangan tangan.
06.Perempuan bertegas menolak, dipujuk dan dipujuk.
07.Akhirnya layu... dan pergilah ke babak yang seterusnya.

Mudah sahaja skrip cinta masyarakat sekarang. Dan skrip inilah yang membawa kecelakaan kepada masyarakat.

Menjadi tanda soal, haruskah hubungan lelaki dan wanita berakhir seperti ini? Adakah semudah itu untuk mencairkan hati seorang wanita. Cukup sekadar ayat power, muka kacak, dan belanja makan yang tidak seberapa. Dan siap untuk menyerah diri untuk disembelih sang lelaki. Kambing yang abah jual pun harga RM400 seekor, takkan belanja makan yang tidak sampai RM50 sudah layu.

Kelebihan lelaki ialah pandai memujuk dan berlakon, dan kelemahan wanita adalah mudah dipujuk rayu dan ditipu. Oleh sebab itu, Islam melihat isu hubungan lelaki dan wanita ini cukup penting untuk disentuh. kerana disini letak titik jatuh bangun ummah. Mahu lihat masa depan Islam, lihatlah pada pemuda-pemudinya. Jika pemuda-pemudinya kaki rempit, masa depan Islam "rempit" jugalah jawabnya.

Sunnah dalam Hubungan Lelaki dan Wanita
"Kenapa dia naik motor dengan perempuan tu? Ada apa-apa urusan mendesak ke sampai perlu macam itu?" saya bertanya kepada seorang rakan.

"Entah tak pasti pulak kenapa. Tapi ada orang bagi tahu mungkin salah satu cara dakwah kot," jawab dia bersahaja.

"Dakwah apa? Apa yang dia tahu dengan dakwah seperti itu? Mengangkat perempuan itu dari satu lubang neraka dengan meletakkan ke dalam lubang neraka yang lain. Kali ini dengan lelaki itu masuk lubang sekali. Dakwah itu luas, tetapi masih tidak berkompromi dengan bersalut kemaksiatan," saya menjawab. Mengaitkan tindakan itu dengan Islam dan dakwah pula.

Islam itu meraikan fitrah. Jika anda suka kepada perempuan, bersyukurlah kerana anda normal dan bukan gay. Jika si gadis tertawan dengan sang lelaki, itu juga normal dan tidaklah berdosa dalam Islam. Tetapi ada aturannya...

01.Ramai pasangan keluar berdua-duaan tidak kiralah sama ada pergi shopping, dating, atau ke masjid sekalipun. Ketahuilah itu dilarang sama sekali. Bagi yang sudah bertunang sekalipun aturannya tetap ketat. Keluar dibolehkan tetapi dengan syarat ditemani oleh mahram yang (1)tsiqah. Ada yang mengajak teman, sedangkan teman yang diajak itu merapu dan tidak tahu hukum-hakam.
02.Kurangkan komunikasi yang tidak berkenaan. Isi perbincangan seharusnya dikawal. Isi pun dikawal, gantiaan nama seperti ayang itik, abang, ucuk dan segala hal lagilah bersalahan dengan syarak.

03.Tidak boleh bersentuhan sama sekali. Jadi diharap tiadalah dialog: "Saya dan dia cukup menjaga. Kami tidak melakukan larangan. Paling tidak pun hanya sekadar berpegangan tangan saja." Pegang tangan sahaja... hurm.

04.Elakkan fitnah daripaada masyarakat sekeliling. Mahu elakkan fitnah, jangan cipta fitnah. Jangan salahkan masyarakat mengata, sedangkan diri dengan pasangan kelakuan sumbang.

05.Berkaitan gambar. Melihat aurat sudah semestinya sudah salah. Sekarang trend menjadikan gambar pasangan sebagai wallpaper telefon bimbit, laptop bahkan menjadi primary picture di Facebook dan Friendster. Dua kali salah! Dilarang bertukar gambar tanpa sebab yang syarie'.
06.Jika semua ini kita tidak mampu lakukan dan penyelesaian pernikahan itu masih jauh perjalanannya. Putuskanlah hubungan itu dengan serta-merta. Pedih lagi sedih. Memang! Tetapi itulah mujahadah. Rintangan dihadapan lagi besar dan memerlukan lebih tinggi mujahadahnya berbanding putuskan hubungan itu. Percayalah, jika niat semua itu kerana Allah s.w.t., Dia akan gantikan duka lara hati dengan kegembiraan lebih besar daripada itu.

Keluarga Muslim
Selepas melihat semakin rosaknya umat sekarang, bagi saya adalah satu keperluan untuk membina satu keluarga contoh.(2)Sakinah dan (3)mawaddah sudah menjadi kewajipan setiap insan yang mengaku beriman. Melahir dan mendidik generasi baru sebagai penyambung mata rantai perjuangan Baginda sudah menjadi tuntutan yang vital.

Kepada lelaki, hormatilah wanita seperti Baginda menghormati mereka. Kepada wanita, lebihkan menjadi daripada mencari dan kuatlah dalam berprinsip. Tetapi sebelum kita mahu bina keluarga Muslim lagi mukmin, mulakan dengan melihat dan memilih calon ibu kepada anak-anak kita. Dan lihat dan pilihlah calon bapa kepada anak-anak kita. Itu tapaknya, jika mahu kukuh bangunannya! Anda mencari, saya mendoakan...

Wallahu'alam......



...ustazpenang...

Nasihat Tentang Sahabat

Nasihat Tentang Sahabat

Berikut ialah wasiat Alqamah kepada anaknya mengenai sahabat, tulisan seorang ulama' tersohor:
Seorang alim bernama Alqamah telah berwasiat kepada anaknya. Antara wasiatnya ialah:
"Apabila tercetus di hatimu berkawan dengan seseorang, pastikan jika engkau berkhidmat dengannya, dia boleh mengawal dirimu."

"Andainya kamu bersahabat dengannya dia boleh menghias dirimu, sekiranya pada suatu ketika kamu kekurangan belanja dia boleh berbelanja untuk kamu."

"Bersahabatlah sekiranya kamu hulur satu kebaikan lalu orang itu pun berbuat demikian, apabila melihat kebaikan daripadamu lantas dikutipnya dan dihimpun kerana menghargainya."

"Apabila melihat keburukanmu lantas ditutupnya, bersahabat rapatlah kamu kepada orang yang jika kamu meminta sesuatu (nasihat atau apa sahaja) lantas dia memberimu segera."

"Apabila kamu berdiam diri tidak meminta sesuatu darinya, dia menunjukkan rasa resah gelisah. Sekiranya bala menimpamu, dia merasa simpati dan bertimbang rasa."

"Bersahabatlah apabila kamu berkata sesuatu, dia mengiyakan sahaja. Sebarang perkara usaha sungguh-sungguh yang kamu hendak lakukan, dia segera memberi sokongan. Dia segera mengalah ketika berbalah denganmu."

Demikianlah wasiat Alqamah kepada anaknya mengenai sahabat yang sangat tinggi nilainya terutama bagi melaksanakan amal kebaikan dalam gerak kerja Islam.

Tingkat persaudaraan yang paling rendah ialah berlapang dada, manakala tingkat persaudaraan yang paling tinggi ialah 'ithar' iaitu mementingkan sahabat-sahabatnya lebih daripada dirinya sendiri.

Wallahu'alam...........



...ustazpenang...

Wahai Remaja! Janganlah Berzina

Wahai Remaja! Janganlah Berzina

Remaja adalah kelompok manusia yang baru meninggalkan alam kanak-kanak. Tanda peralihan dari alam kanak-kanak ke alam remaja dengan kematangan biologi seperti haid dan mimpi serta keluar mani.

Mimpi menyebabkan badan cepat membesar, rambut atau bulu-bulu mula tumbuh di bahagian tertentu badan dan perubahan yang paling ketara ialah soal nafsu seks.

Waktu inilah Islam mendidik supaya menguasai diri. Apabila diri terkendali, semua menjadi teratur. Tetapi apabila tertewas, berlakulah penyimpangan.

Penyimpangan masalah seksual khususnya di kalangan remaja semakin mengkhuatirkan. Pergeseran kefahaman, dosa masing-masing tanggung, kubur masing-masing juga, membuatkan masalah dosa dan zina sesuatu yang mula dipandang enteng.

Padahal penyimpangan seks iaitu zina sesuatu yang amat keji dan mesti dihindari oleh setiap Muslim sebagaimana firman Allah yang bermaksud: "Dan janganlah kamu mendekati zina sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang sangat keji dan satu jalan yang sangat buruk."

Seks adalah satu anugerah Allah yang diberikan kepada manusia sebagai satu nikmat dan perhiasan kehidupan seperti juga haiwan dan tumbuhan.

Memang patut jika manusia mempunyai ghairah seks atau keinginan untuk melempiaskan keinginan seksual itu.

Allah tidak melarang manusia melempiaskan hawa nafsunya selama mana cara yang dihalalkan, pada saat yang tidak terlarang dengan ikatan perkahwinan yang sah.
Malah Nabi seakan tidak mengaku umat kepada mereka yang punyai kemampuan untuk berkahwin tetapi meninggalkannya.

Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda yang bermaksud: "Sesiapa benci dan enggan menurut sunnahku (antaranya berkahwin) maka dia bukan dari kalanganku."

Ikatan pernikahan adalah jalan yang halal dan diiktiraf syarak untuk melepaskan kemahuan seksnya. Ini bererti orang yang belum berkahwin jangan cuba-cuba melepaskan seksnya.

Islam satu agama yang amat hebat menampilkan cara pengawalan sangat berkesan dalam mengatasi penyakit seksual iaitu sebagaimana dalam firman Allah yang kita baca di atas iaitu perkataan "jangan kamu menghampiri zina."

Jika menghampiri sudah dilarang dan ditegah, apa lagi melakukannya. Menghampiri maknanya apa saja perbuatan yang menjadi penyebab, pendorong, keinginan dan sebagainya adalah haram.
Sekiranya ada pendorong akan mudah datang keinginan diulit bisikan syaitan sama merelakan pula, apa lagi terjadilah perbuatan terkutuk yang saban hari kita lihat dan dengar remaja melahirkan anak luar nikah, bayi yang tidak berdosa ditemui mati di timbunan sampah, perut terburai dimakan pula sekumpulan anjing liar. Dahlah berzina, amat jijik kezaliman terhadap bayi yang tidak tahu apa-apa.

Oleh itu pergaulan bebas, berdua-duaan, berpimpin tangan, duduk rapat-rapat dan berhimpitan di atas motosikal adalah muqaddimah yang kuat mendorong berlakunya penyimpangan seksual.

Alam remaja adalah alam yang sangat mencabar sehingga disebut Nabi dalam satu senarai orang-orang 'VVIP' akhirat ialah remaja yang terselamat dan menyelamatkan diri daripada zina.
Maksud hadis lelaki yang apabila diajak perempuan cantik berzina lalu berkata: "Sesungguhnya aku takut kepada Allah."

Pendidikan seks menurut Barat amat berbeza dengan Islam agama yang sangat suci ini. Masyarakat remaja Barat yang sangat bebas serta serba tidak terkawal itu hanya mengajar bagaimana mencegah supaya jangan berlaku kehamilan.

Seks adalah hak peribadi yang tidak terlarang bagi mereka. Bagi mereka hamil di kalangan remaja berlaku kerana remaja tidak tahu seks secara selamat atau 'save sex,' bukannya hendak fikir salahnya berzina itu.

Pendidikan seks dalam Islam mendidik remaja bukan sahaja supaya tidak berzina tetapi juga supaya menjauhi sebab dan segala pendorong berlakunya perzinaan.

Sebab itu, mendidik mengenai syurga neraka supaya umat Islam gerun dengan ancaman neraka dan akhirnya menolak nikmat sementara supaya terselamat api neraka yang membakar selamanya.
Langkah pencegahan yang dibawa Islam ialah jaga pandangan mata dengan tidak melihat aurat jantina berlainan termasuk gambar serta filem porno, tidak berdua-duaan lelaki dan wanita yang bukan mahram ditempat sunyi, tidak bersentuhan kulit antara lelaki dan wanita termasuk bersalaman dan tidak bergaul bebas lelaki dan wanita.

Wallahu'alam.............



...ustazpenang...

Allah Tidak Jauh, Doa Sentiasa Mustajab

Allah Tidak Jauh, Doa Sentiasa Mustajab

Antara tanda kasih sayang dan rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya adalah Dia tidak mewujudkan sebarang halangan untuk seorang hamba memohon kepada-Nya. Insan diperintahkan berhubung langsung dengan Allah tanpa sebarang 'broker' dalam hubungan yang suci itu. Tiada sebarang perantaraan antara Allah dan hamba-hamba-Nya.

Islam menolak segala unsur keberhalaan yang menjadikan makhluk sebagai tuhan jelmaan menggantikan tuhan yang hakiki. Islam menganggap perbuatan memohon kemakbulan doa dari makhluk adalah syirik. Tidak kira siapa pun makhluk itu. Sama ada dia nabi ataupun wali.

Seorang muslim tidak diizinkan pergi ke kubur mereka dan menyeru: wahai fulan tolonglah saya! Atau: Wahai nabi tolonglah tenteramkan jiwa saya! Atau: Wahai wali sembuhkanlah penyakit saya!
Perbuatan itu adalah syirik. Mukmin hanya meminta doa daripada Allah. Firman Allah: (maksudnya)

"Dan tiada yang lebih sesat dari orang yang menyeru selain Allah, yang tidak dapat menyahut seruannya sehinggalah ke hari kiamat, sedang mereka (makhluk-makhluk yang mereka sembah itu) tidak dapat menyedari permohonan tersebut. Dan apabila manusia dihimpunkan (untuk dihitung amalan pada hari akhirat), segala yang disembah itu menjadi musuh (kepada orang-orang yang menyembahnya) dan membantah mereka." (Surah al- Ahqaf: 5-6).

Firman Allah: (maksudnya)
"Allah jua yang memasukkan malam kepada siang dan memasukkan siang kepada malam (silih berganti), dan Dia yang memudahkan peredaran matahari dan bulan; tiap-tiap satu dari keduanya beredar untuk suatu masa yang telah ditetapkan. Yang melakukan semuanya itu ialah Allah Tuhan kamu, bagi-Nyalah kuasa pemerintahan; sedangkan mereka yang kamu sembah selain Allah itu tidak mendengar permohonan kamu, dan kalaulah mereka mendengar pun, mereka tidak dapat memperkenankan pemohonan kamu; dan pada hari kiamat pula mereka mengingkari perbuatan syirik kamu. Dan (ingatlah) tiada yang dapat memberi tahu kepadamu (Wahai Muhammad, akan hakikat yang sebenarnya) seperti yang diberikan Allah Yang Maha mendalam pengetahuan-Nya." (Surah Fatir: 13-14).

Maka perbuatan memohon selain Allah, sama ada menyeru berhala secara terang atau memanggil nama para wali seperti Abdul Qadir al-Jailani atau wali 'songo' atau apa sahaja termasuk dalam kerja-kerja syirik yang diharamkan oleh nas- nas al-Quran dan al-sunah.

Nabi s.a.w. begitu menjaga persoalan akidah ini. Daripada Ibn 'Abbas:
"Bahawa seorang lelaki berkata kepada Nabi s.a.w: "Apa yang Allah dan engkau kehendaki." Maka baginda bersabda kepadanya: Apakah engkau menjadikanku sekutu Allah, bahkan (katakan): apa yang hanya Allah kehendaki." (Riwayat al-Imam Ahmad dinilai sahih oleh Al-Albani, Silsilah al-Ahadith al-Sahihah, 1/266).

Bandingkanlah ketegasan Nabi ini dengan ajaran sesetengah guru tarekat atau sufi yang mencetuskan segala unsur keajaiban pada diri mereka agar dikagumi oleh pengikutnya. Akhirnya, mereka seakan Tuhan yang disembah, atau wakil Tuhan yang menentukan penerimaan atau penolakan amalan pengikutnya. Bahkan untung rugi nasib masa depan pengikut pun seakan berada di tangan mereka.

Demikian juga, pengikut yang melampau, berlebih-lebihan memuja tokoh agama, akhirnya boleh terjerumus kepada kesyirikan. Terlampau memuja tokoh seperti itulah yang menyebabkan banyak individu dianggap keramat dan suci sehingga dipanggil 'tok keramat' lalu mereka seakan dimaksumkan.

Kemudian, datang pula orang-orang jahil ke kubur mereka membayar nazar atau meminta hajat mereka ditunaikan. Sehingga apabila saya ke Urumuqi di China, ada satu gua yang kononnya dianggap tempat Ashabul Kahfi yang disebut dalam al-Quran itu. Ramai yang pergi melakukan kesyirikan dengan meminta hajat di situ. Saya beritahu bahawa dalam dunia ini entah berapa banyak gua yang didakwa kononnya tempat Ashabul Kahfi. Ada di Turki, Jordan dan lain-lain.

Semuanya dakwaan tanpa bukti. Sama juga kononnya tempat-tempat sejarah nabi yang didakwa oleh sesetengah pihak. Tiada petunjuk yang dapat memastikan ketulenannya. Jika pun benar, mereka bukan tuhan untuk seseorang meminta hajat. Inilah yang terjadi kepada Nabi Isa. Dari seorang nabi yang diutuskan, akhirnya manusia menabalkannya menjadi anak Tuhan. Meminta hajat daripada orang-orang agama atau soleh setelah mereka mati adalah syirik. Islam tidak kenal perkara seperti itu. Islam tulen bebas dari segala unsur kebodohan tidak bertebing itu.

Ada yang cuba membela dengan menyatakan: bukan apa, mereka ini ialah orang yang dekat dengan Allah, kita ini jauh. Maka kita gunakan perantaraan mereka. Macam kita hendak dekat dengan menteri atau raja. Saya kata kepada mereka: Adakah awak menganggap Allah itu sama dengan tabiat raja atau menteri awak? Dakwaan inilah yang disanggah oleh al-Quran sekeras-kerasnya.

Firman Allah: (maksudnya)
"Ingatlah! Hanya untuk Allah agama yang bersih (dari segala rupa syirik). Dan orang-orang musyrik yang mengambil selain dari Allah untuk menjadi pelindung itu berkata: "Kami tidak menyembah mereka (tuhan-tuhan palsu) melainkan untuk mendekatkan kami kepada Allah sehampir-hampirnya". Sesungguhnya Allah akan menghukum antara mereka tentang apa yang mereka berselisihan padanya. Sesungguhnya Allah tidak memberi hidayah petunjuk kepada orang-orang yang tetap berdusta (mengatakan yang bukan- bukan), lagi sentiasa kufur (dengan melakukan syirik)." (Surah al-Zumar:3).

Setelah Allah menceritakan tentang bulan Ramadan dan kewajiban puasa, Allah terus menyebut kemustajaban doa. Ia menunjukkan adanya kaitan yang kuat antara puasa Ramadan dan janji Allah untuk memustajabkan doa hamba-hamba-Nya. Allah berfirman (maksudnya):
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu mengenai Aku maka (beritahu kepada mereka): Sesungguhnya Aku (Allah) sentiasa hampir (kepada mereka); Aku perkenankan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka menyahut seruan-Ku (dengan mematuhi perintah-Ku), dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku supaya mereka mendapat petunjuk." (Surah al-Baqarah: 186).

Demikian, Allah itu sentiasa hampir dengan kita, mendengar dan memperkenankan doa kita. Sesiapapun boleh sampai kepada-Nya. Tiada pengawal atau orang tengah yang menghalang seorang hamba untuk merintih dan merayu kepada Tuhannya. Siapapun hamba itu. Apa pun bangsanya dan apa pun bahasa doanya. Apa pun sejarah buruk dan baiknya.

Tuhan sentiasa sudi mendengar lalu memustajabkan pemohonan mereka dengan cara yang dikehendaki-Nya. Bertambah banyak hajat dan permohonan seorang hamba, bertambah kasih dan dekat Allah kepadanya. Amat berbeza dengan tabiat makhluk yang lemah ini. Walau bagaimana baik pun seseorang dengan kita, namun jika kita terlalu meminta, perasaan jemu dan bosan akan timbul dalam jiwanya. Allah Maha Suci dari demikian. Dia menyuruh kita berdoa dan membanyakkan doa. Ini kerana doa adalah lambang kehambaan diri kepada zat yang Maha Agung.

Firman Allah (maksudnya):
"Dan Tuhan kamu berfirman: Berdoalah kamu kepada-Ku nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong takbur daripada beribadat (berdoa kepada-Ku) akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina." (Surah Ghafir: 60).

Seseorang kadangkala tidak perasan bahawa apabila dia berdoa kepada Allah sebenarnya dia sedang melakukan ibadah yang besar. Walaupun pada zahirnya kelihatan dia sedang memohon untuk kepentingan diri sendiri, namun hakikatnya dia sedang membuktikan keikhlasan tauhidnya kepada Allah dan ketundukan kepada Tuhan Yang Sebenar. Maka dengan itu Nabi menyatakan: Doa itu adalah ibadah. (Riwayat Abu Daud dan al- Tirmizi, sahih). Jika sepanjang malam seorang hamba berdoa kepada Allah, bererti sepanjang malam dia melakukan ibadah yang besar.

Doa sentiasa diterima oleh Allah. Jika ada yang kelihatan tidak diterima, mungkin ada beberapa faktor yang mengganggu. Mungkin pemohonan itu tidak membawa kebaikan jika dimustajabkan. Allah Maha Mengetahui. Seperti hasrat kita ingin mengahwini seseorang yang kita suka, lalu kita berdoa agar Allah menjadikan dia pasangan kita. Allah lebih mengetahui jika itu tidak baik untuk kita lalu Allah memilih untuk kita pasangan yang lain. Atau Allah memustajabkan doa orang lain yang lebih dikehendaki-Nya. Atau Allah memustajabkan doa calon berkenaan yang inginkan orang lain. Segalanya mungkin. Namun doa tidak sia-sia. Pahala tetap diberikan, kebaikan yang lain pula akan diganti di dunia dan di akhirat.

Sabda Nabi s.a.w.:
"Tiada seorang muslim yang berdoa dengan suatu doa yang tiada dalamnya dosa, atau memutuskan silaturahim melainkan Allah akan memberikan kepadanya salah satu dari tiga perkara: sama ada disegerakan kemakbulan atau disimpan untuk diberikan pada hari akhirat, ataupun dijauhkan keburukan yang sepandan dengannya." (Riwayat Ahmad, al-Bazzar dan Abu Ya'la dengan sanad yang sahih).

Maka, ada doa kita kepada Allah diterima olehnya di dunia. Ada yang tidak diberi disebabkan hikmat yang Allah lebih mengetahuinya, lalu disimpan doa itu di sisi-Nya untuk diberikan pada hari akhirat dengan yang lebih baik dan lebih utama untuk kita. Atau doa itu ditukar dengan kebaikan-kebaikan yang lain seperti diselamatkan kita dari pelbagai bahaya yang sebahagian besarnya tidak pernah diduga. Betapa banyak keberbahayaan yang menimpa orang lain, tetapi kita diselamatkan oleh Allah.

Tidak juga kerana permohonan kita dalam perkara tersebut atau kebijaksanaan kita, namun barangkali doa kita dalam perkara yang lain, lalu diberikan gantian keselamatan untuk kita dalam perkara yang tidak diduga.

Kadangkala Dia tidak memberikan kepada kita sesuatu permohonan disebabkan rahmat-Nya kepada kita. Barangkali ingin menyelamatkan kita. Dia Maha Mengetahui, jika diberikan, mungkin kita hanyut atau menempuh sesuatu yang merugikan kehidupan di dunia atau akhirat. Kita pun demikian.

Bukan bererti apabila seorang bapa tidak tunaikan kehendak anaknya tanda kebencian terhadapnya. Bahkan sebahagian besarnya kerana kasih sayang dek bimbang jika diberikan akan mendatangkan kemudaratan. Maha Suci Allah untuk dibandingkan dengan kita semua, namun yang pasti rahmat-Nya sentiasa melimpah. Jika Dia menangguhkan doa kita, tentu ada hikmah-Nya.

Di samping itu hendaklah kita faham, doa itu bermaksud permohonan. Seorang yang berdoa mestilah bersungguh-sungguh dalam doanya. Maka tidaklah dinamakan berdoa jika tidak faham apa yang kita doa. Sebab itu saya amat hairan dengan sesetengah orang yang berdoa tanpa memahami maksud. Sesetengah mereka menghafal teks Arab kerana hendak menjadi 'tekong' doa dalam pelbagai majlis.
 
Malangnya, ada yang tidak faham apa yang dibaca dan yang mengaminkan pun sama. Ada orang merungut, kata mereka, umat Arab di Masjidilharam dan Masjid Nabawi tidak baca doa selepas solat beramai-ramai. Itu menunjukkan mereka tidak kuat pegangan Islam mereka. Saya katakan: Islam tidak diturun di kampung halaman kita, ia diturunkan di Mekah dan Madinah. Mereka melakukan apa yang menjadi amalan Rasulullah. Lagipun seseorang yang bersolat disuruh berdoa ketika dalam solat dan berwirid selepasnya. Dalam hadis, kita diajar agar berdoa ketika sujud dan selepas membaca tasyahud sebelum salam. Di situlah antara waktu mustajabnya doa.

Sabda Nabi s.a.w.:
"Paling dekat hamba dengan tuhannya adalah ketika sujud, maka banyakkan doa ketika sujud." (Riwayat Muslim).

Nabi memberitahu tentang doa selepas tasyahud sebelum memberi salam dalam solat:
"Berdoalah pasti mustajab, mintalah pasti akan diberikan." (Riwayat al-Nasai, sanadnya sahih).
Bukan bererti orang yang kita tengok tidak mengangkat tangan berdoa kuat beramai-ramai selepas solat itu tidak berdoa. Kita yang barangkali kurang faham sedangkan mungkin mereka berdoa dalam solat melebihi kita. Jika seseorang berdoa selepas memberi salam, tentulah dalam banyak hal, hajat makmum dan imam tidak sama. Maka jangan marah jika kita lihat orang berdoa bersendirian.

Nasihatilah mereka yang membaca doa tanpa faham maksudnya, atau mengaminkan tanpa mengetahui isinya. Lebih menyedihkan, kadangkala doa dibaca dengan nada dan irama yang tidak menggambarkan seorang hamba yang sedang merintih memohon kepada Allah. Sebahagian nada itu, jika seseorang bercakap kepada kita dengan menggunakannya pun kita akan pertikaikan. Layakkah nada seperti itu sebagai doa kepada Allah yang Maha Agung?

Benarlah sabda Rasulullah s.a.w.:
"Berdoalah kamu kepada Allah Taala dalam keadaan kamu yakin akan dimustajabkan. Ketahuilah sesungguhnya Allah tidak menerima doa dari hati yang lalai dan alpa." (Riwayat al-Tirmizi, disahihkan oleh al-Albani).
Pelajari kitab nas-nas agama tentang doa kerana ianya amat penting bagi kehidupan dunia dan akhirat kita.

Wallahu'alam............



...ustazpenang...

Andai Itu Takdirnya

Andai Itu Takdirnya

Andai itu takdirnya terimalah seadanya. Sudah tentu terselit hikmah disebalik musibah. Cuba kita perhatikan bunga mawar yang mekar kemerahan, sungguh cantik. Namun awas durinya mampu melukakan kita. Begitulah setiap yang indah bukannya mampu diraih dengan mudah namun perlu meredah berbagai mehnah, gunung perlu didaki lurah perlu dituruni. Kalau tidak dipecahkan ruyung manakan dapat sagunya.

Kadangkala kita sering lupa bahawa kita hanyalah hamba di bumi tuhan.Tidak layak kita membantah takdirnya. Namun kekadang tersungkur jua. Hati dalaman membentak ganas. "Mengapa tuhan?" Jika begitu cepat-cepatlah kembali kepada fitrah. Kita hanyalah seorang hamba tumpangan yang singgah sebentar menyemai amal untuk hari yang dijanjikan tuhan.

Siapa berusaha dia berjaya. Man jadda wajada waman zara'a hasoda. Hasilnya berlandaskan keikhlasan dan teguhnya iman. Siapa banyak amalnya, sekelip mata lepas titian sirat, siapa kurang amal timbangannya, mungkin terjatuh di tengah perjalanan. AWAS!

Andai itu takdirnya, katakanlah Ya Allah aku redha dengan pemberianmu. Biar setinggi mana halangan akan ku sahut, biar sejauh mana haluan, akan ku tempuh. Biar bermandi darah sekalipun akan ku berjuang hingga ke titik yang terakhir. Tidak sekali ku mengalah walaupun sesekali lelah. Indahnya jika begini wahai sahabat. Namun bukanlah semudah lafaz bicara. Hanya orang-orang yang benar-benar beriman dan bertaqwa yang mampu lakukannya. Jadilah diri kita menuju kearah itu. Insya-Allah.

Lipatan sejarah terpapar. Kesusahan mengajar erti kematangan. Kegetiran mendidik erti kecekalan. Junjungan Besar kita dari kecil di duga, kehilangan bapa ketika masih belum sempat melihat dunia, kemudian ibunya menyusul pergi ketika baginda masih memerlukan seorang ibu. Jadilah baginda yatim. Tanpa berkeluh baginda tempuh. Ketika masih dahaga curahan kasih dari datuknya, Allah terlebih dahulu memanggil.

Tinggallah pula baginda bersama bapa saudaranya. Di situ terpapar jiwa besar baginda. Biarpun masih kecil baginda sudah bekerja. Mengembala kambing benar-benar mendidik baginda supaya sabar dan cekal. Ini hasilnya. Baginda mampu menyebarkan Islam di bumi tuhan walau berbagai rintangan dan cabaran. Di situlah hikmah sabar. Di situlah terselit kemanisan berjuang. Misi diimpi menjadi realiti.
Lihat pula Bilal bin Rabbah si hamba habsyi. Di hatinya hanya ada tuhan. Tidak sanggup menyerah demi akidah. Ahad! Ahad! Ahad!. Kemudian, Si Hamzah singa Allah. Tidak sesekali hatinya gerun. Demi Allah dan Rasulullah dia sanggup berjuang.

Biar hati dilapah namun Syurga yang diterjah. Sungguh Indah! Ramai lagi yang berjiwa besar. Namun mereka tetap sabar. Kerana mereka ada buah iman, mereka punya akar takwa. Sesukar mana dugaan bukan halangan. Cuma semangat yang perlu dikocakkan. Iltizam yang perlu dinyalakan. Mereka sudah membuktikan, kita bila lagi!

Andai kita diuji dengan kematian orang yang kita sayangi, jangan terlalu bersedih doakanlah untuknya. Sampai masa kita pula menyusul.

Andai kita diuji dengan sebuah perpisahan, yakinlah jika kita tidak berjumpa di dunia. Insya-Allah di syurga yang kekal abadi.

Andai kita diuji dengan kemiskinan bersyukurlah kita masih lagi mampu bernafas di bumi tuhan. Jadi banyakkanlah amal supaya kita kaya di sana.

Andai kita diuji dengan kesenangan. Ucaplah Alhamdulillah akan aku agihkan rezeki tuhan kepada yang memerlukan.

Andai kita diuji dengan kesusahan janganlah goyah. Sahutlah cabaran dengan hati yang gagah kerna itu yang mendewasakan kita dalam musafir panjang.

Wahai sahabat andai itu takdirnya. Terimalah seadanya. Janganlah berkeluh lalu lumpuh. Ayuh kita semarakkan perjuangan di bumi tuhan agar kita mendapat manfaatnya di hari kemudian. Setiap musibah ada hikmah. Ubat itu pahit namun menyembuhkan. Jika ingin ke puncak mesti mendaki. Bukannya hanya merenung tanpa bertindak. Yakin akan janjinya. Tuhan tidak pernah berdusta.

Wallahu'alam...........



...ustazpenang...

Iri Hati dan Hasad Dengki

Iri Hati dan Hasad Dengki

"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikurniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Kerana) bagi orang lelaki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari kurnia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu" (An-Nisa' : 32)

Umumnya semua kita punya sifat ini, cuma bergantung kepada kekuatan diri untuk mengawalnya. Ada yang tidak mempedulikannya. Ada yang mengikutinya hingga menggadaikan maruah diri dan orang sekitarnya. Kita seringkali lupa bagaimana Allah mendidik kita supaya sentiasa meminta kepadaNya.

Tentulah Allah lebih tahu apa yang ingin dipinta kerana sifatNya yang maha mengetahui. Namun kita tetap disuruh meminta untuk menunjukkan pegabdian diri kepada Allah selaku pencipta yang tahu kebaikan untuk ciptaanNya. Jika kita tidak meminta, hanya kitalah yang rugi dan kecewa.
Akibatnya kita akan menyalahkan kelemahan diri kerana sikap pesimis (rendah hati) yang keterlaluan dan menurunkan keazaman untuk terus berjaya. Jika kita benar beriman, pastinya Allah menguji kita tanda Dia sedang melihat keazaman kita menerima takdir dan kekuasaanNya sebagai penentu segala-galanya. Yakinlah dengan setiap doa yang dipinta. Bersangka baiklah dengan Allah.

Iri Hati Itu Boleh.
Irihati tu boleh, jika kita iri hati melihat orang lain lebih banyak ibadahnya dari kita. Jika kita lihat orang lain lebih baik amalannya dari kita. Jika kita lihat orang lain lebih rajin dari kita. Seterusnya menaikkan semangat kita untuk melakukan seperti mereka.
Berazam untuk beribadah, beramal dan bekerja dengan lebih. Melebihi orang lain, ini iri hati yang baik. Iri hatilah kepada para ilmuan Islam yang telah banyak menyumbangkan buah fikiran dan gerak kerja Dakwah yang belum mampu kita laksanakan.

Iri Hati Bertukar Hasad Dengki dan Mendengki.
Hasad dengki muncul akibat bisikan syaitan yang menghembus ke benak hati untuk melakukan sesuatu kezaliman orang lain, menggunakan cara kotor untuk menjatuhkan orang dan berasa puas dengan taktik tersebut. Inilah yang minta dilindungi kepada Allah dari perasaan manusia yang hatinya busuk dan sentiasa memikirkan cara untuk naik ke atas dan memijak orang lain dengan bangganya.

Yakinlah Dengan Keadilan Allah.
Allah menciptakan kita dengan pelbagai kelebihan. Masing-masing punya kelebihan yang tidak dimiliki oleh sebahagian yang lain. Tidak lain dan tidak bukan adalah untuk melengkapkan sesama manusia. Kerana kita semuanya memerlukan antara satu sama lain.

Jika kawan kita pemarah, ada yang boleh sabarkannnya, jika kita pemboros, ada yang boleh mengawalnya, jika kita pemalas, ada yang akan menegur supaya jadi rajin. Jika kita tidak tahu, ada yang akan beritahu. Jika kita tahu, kitalah yang kena beritahu yang tak tahu.

Inilah bukti adilnya Allah menciptakan makhluknya yang sentiasa memerlukan dan tidak boleh hidup sendiri. Maka kita semua perlu saling menghormati kerana tidak satu pun di kalangan kita boleh hidup sendiri. Kita saling memerlukan. Aku memerlukan kamu. Dan kamu memerlukan aku.

Wallahu'alam...........



...ustazpenang...

Cari Rezeki Selepas Solat

Cari Rezeki Selepas Solat

Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezekiuntukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui (Surah Al-Baqarah 2: Ayat ke 22)

Adakah kita mengingati Allah Swt dalam pekerjaan kita?
Dalam usaha untuk memajukan negara, aspek ekonomi turut sama diberi keutamaan oleh Islam. Pembangunan ekonomi seimbang dan komprehensif memberikan satu pendekatan yang menggabungkan kepada usaha memantapkan amalan ekonomi yang berakhlak dengan kemampuan melaksanakan aktiviti ekonomi secara berkesan sesuai dengan perkembangan ekonomi di dalam negara dan diperingkat antarabangsa. Tetapi persoalannya, adakah semua pekerja atau pencari rezeki di Malaysia ini yang beragama Islam mengingati Allah Swt sewaktu menjalankan aktiviti mereka? Ini bertepatan dengan firman Allah S.W.T dalam surah al-Jumu'ah : 10. Maksudnya:

فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُواْ فِى ٱلۡأَرۡضِ وَٱبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِ ٱللَّهِ وَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرً۬ا لَّعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ
Kemudian setelah selesai sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk menjalankan urusan masing-masing) dan carilah apa yang kamu hajati dari limpah kurnia Allah, serta ingatlah akan Allah banyak-banyak (dalam segala keadaan), supaya kamu berjaya (di dunia dan di akhirat). (
(Surah Al-Jum'ah 62: Ayat 10)

Wallahu'alam............



...ustazpenang...

Aku di Cerminan

Aku di Cerminan

Kau lihat,
Kau saksi,
Cerminan mencanak itu kau renung.

Kau sayu,
Kau layu.
Kau lihat,
Kau saksi,
Cerminan mencanak itu kau renung.

Kau sayu,
Kau layu.
"Adilkah dunia?" Benak menyoal.

Matamu kuyu,
Tak sebundar Heliza.
Hidungmu bulat,
Tak seindah Jessica Alba.

Susukmu latar,
Susukmu gempal,
Tak segiur Madonna.
Luluh, runtuh,
Jiwa membentak.

Dambakan keadilan,
Pohon penjelasan.
"Kenapa? Aku tak seperti dia?"
Malam menyisih,
Purnama beralih,
Kau tetap bersedih.

Sedihmu menghalang segala,
Sedihmu menghapus peluang berganda.
Tanpa kau sedar,
Sinismu pada Maha Pencipta.

KurniaNya kau hina,
KurniaNya kau tak mahu terima.
Sedangkan,
Sudah jelas nampak nyata.
Termaktub kukuh firman-Nya,
Kau... Kau makhluk paling sempurna.

Mahukah lagi kau pinta,
Mata bundar penarik dosa?
Hidung indah menggegar jiwa?
Susuk menggiur perangkap nafsu jejaka?
Kau punya akal,
Bijaklah kau tentukannya.

Sedarlah Uda dan Dara,
Cerminan dunia tak hakim segala.
Buruknya gambaran,
Indah di sisi-Nya.
Apa yang utama,
Syukur nikmatnya.


وَلِلّهِ يَسْجُدُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلالُهُم بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ
Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri atau pun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari
(Surah Ar-Ra'd 13: Ayat 15)


Wallahu'alam.........



...ustazpenang...
 

Hati Yang Penting

Hati Yang Penting

Ketahuilah bahawa di dalam badan manusia ada seketul daging, apabila ia baik maka baiklah seluruh badan tersebut dan apabila ia rosak maka rosaklah seluruh badan tersebut. Ketahuilah bahawa (daging tersebut) adalah hati. Sahih: Hadis daripada Nu'man bin Basyir radiallahu 'anhu, dikeluarkan oleh al-Bukhari, Muslim dan lain-lain, lihat Hadis 40 Imam Nawawi, hadis no: 06.

Mata dan hati mempunyai hubungan erat yang tidak boleh dipisahkan. Segala yang dilihat oleh mata terus dihantar ke hati. apabila mata melihat sesuatu, mata dengan cepat menghantar isyarat ke hati. kemudian hati segera membuat tindakan susulan. Apa pun tindakan yang dibuat oleh anggota tubuhselepas menerima arahan daripada hati tidak akan terlepas begitu sahaja pada hari akhirat. Semua anggota tubuh dipertanggungjawapkan dan menjadi saksi setiap perkara yang dilakukan semsa hidup di dunia.

Ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an, maksudnya :
"Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawapannya"  (Surah Al-Israk, ayat 136)

Ayat ini menjelaskan, telinga, mata, hati dan seluruh anggota badan dipertanggungjawapkan atas apa juga perkara yang dilakukan semasa di dunia. mata yang melihat, telinga yang mendengar, dan hati yang mengeluarkan arahan akan diminta menjadi saksi. Sekiranya hati seseorang itu sering membuat keputusan yang berpandukan dengan ajaran Al-Qur'an , maka berbahagialah mereka yang mempunyai hati seperti ini. Tetapi sekiranya memiliki hati yang sering membuat  keputusan yang berpandukan kepada hasutan syaitan, hanya kebinasaan sahaja yang akan menimpa mereka.

وَمِنَ النَّاسِ مَن يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللّهَ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِDan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penentang yang paling keras.
 
(Surah Al-Baqarah 2: Ayat 204)


Wallahu'alam............



...ustazpenang...

Pilihan Di Tangan Kita!

Pilihan Di Tangan Kita!

Pada suatu hari nabi Nuh berdoa,"Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka telah mendurhakaiku, dan telah mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka,  dan melakukan tipu-daya yang amat besar.

Lantas mereka berkata: "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwaa', yaghuts, ya'uq dan nasr". Sesudah itu mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan."

Pada saat itu, Nabi Nuh berasa amat sedih. Usahanya selama 950 tahun berdakwah kepada kaumnya hanya mampu memikat hati tidak lebih dari seratus orang sahaja untuk beriman kepada Yang Maha Esa. Seruan Nabi Nuh tidak menambah iman kebanyakan daripada meraka malah membuatkan mereka lebih jauh daripada kebenaran.

Segala cara dakwah yang telah dilakukan oleh Sang Nabi ini, baik dari segi terang-terangan, secara terbuka mahupun secara diam-diam, mereka tetap tidak mahu beriman kepada Allah S.W.T. Tatkala Nabi Nuh menyampaikan risalah yang diturunkan kepadanya, kaumnya memasukkan anak-anak jari ke dalam telinga mereka dan menutupkan baju mereka ke wajah-wajah mereka.

Akhirnya, Tuhan Yang Maha Mendengar segala rintihan hamba-Nya ini, memerintahkan kekasih-Nya itu untuk bersama-sama para pengikutnya, membina sebuah kapal yang begitu besar. Namun, orang-orang yang beriman yang terdiri dari kelompok yang begitu kecil ini, tetap lagi di uji oleh Allah.

Mereka dicemuh, dicerca, diejek malah dikatakan gila oleh kaum sendiri gara-gara membina sesuatu yang tiada faedahnya bagi mereka.  "Wahai Nuh! Sejak bila engkau telah menjadi tukang kayu dan pembuat kapal? Bukankah engkau seorang nabi dan rasul menurut pengakuanmu? Kenapa sekarang menjadi seorang tukang kayu dan pembuat kapal? Dan kapal yang engkau buat itu di tempat yang jauh dari air ini adalah maksudmu untuk ditarik oleh kerbau ataukah mengharapkan angin yang akan menarik kapalmu ke laut?" Sungguhpun begitu, mereka tidak menghiraukan segalanya itu, kerana mereka yakin, janji Allah pasti akan sampai, dan Dia akan menyelamatkan hamba-hamba-Nya yang beriman.

Waktu yang dijanjikan pun tiba. Janji Allah itu benar dan ia berlaku. Allah betul-betul membantu hamba-hamba-Nya yang beriman. Dan Allah betul-betul menghapus dan membinasakan makhluk-makhluk yang kufur dan ingkar.

Pada waktu banjir besar itu, jelas dan terbuktilah, golongan yang menjadikan nabi dan golongan yang beriman itu sebagai teman setia mereka telah terselamat dan benar-benar menerima bantuan dan rahmat Allah. Mereka diredhai dan dikasihi oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Pada waktu itu, jelas dan terbukti juga golongan yang menjadikan syaitan dan golongan yang kufur ingkar sebagai teman rapat, dan menjadikan mereka sebagai tempat bergantung harap, tidak terselamat dan benar-benar telah dibinasakan. Mereka dimurkai dan dibenci oleh Tuhan yang Maha Kuat dan yang Maha Gagah!

Lihatlah, bagaimana nasib dua golongan kaum nabi Nuh ini, yang telah diceritakan lengkap oleh Tuhan Yang Maha Mengetahui di dalam Al-Quran. Dua golongan yang begitu berbeza. Satu golongan yang menjadikan nabi dan orang-orang yang beriman sebagai teman rapat, dan satu lagi golongan yang menjadikan syaitan dan orang yang durhaka pada Tuhan sebagai teman setia mereka.

Maka, orang yang kita pilih sebagai temanlah yang akan membentuk diri kita. Pemikiran, akhlak, gaya hidup, cara pemakaian, dan sebagainya, sebahagian besarnya dipengaruhi oleh teman-teman yang ada di sekeliling kita. Allah sentiasa mengingatkan bahawa pengaruh rakan ini sentiasa akan membawa sama ada kepada keburukan atau kebaikan. Masih ingatkah kita pada firman Allah S.W.T. di Surah al-Kahfi ayat 28:

"Dan jadikanlah dirimu sentiasa berdamping rapat dengan orang-orang yang beribadat kepada Tuhan mereka pada waktu pagi dan petang, yang mengharapkan keredhaan Allah semata-mata dan janganlah engkau memalingkan pandanganmu daripada mereka hanya kerana engkau mahukan kesenangan hidup di dunia dan janganlah engkau mematuhi orang yang kami ketahui hatinya lalai daripada mengingati dan mematuhi pengajaran Kami di dalam Al-Quran, serta ia menurut hawa nafsunya, dan tingkah lakunya pula adalah melampaui kebenaran."

Jadi, apa pilihan kita? Adakah kita mahu pilih teman yang sentiasa ingatkan kita tentang Tuhan, atau teman yang hanya buatkan kita lupa bahawa kita ada Tuhan? Teman yang baik ini sentiasa ingatkan kita tentang Pencipta, menegur saat kita lupa dan leka, bersama-sama berjalan dalam menunaikan tanggungjawab daie yang diamanahkan dan membantu tatkala diri memerlukan.

Sebaliknya teman yang lalai adalah teman yang sentiasa mempamerkan bahawa dunia ini adalah segalanya. Nafsu itu adalah raja. Hiburan itu adalah makanan rohaninya dan mati itu seolah-olah tidak akan kunjung tiba.

Jadi, pilihlah teman jenis apa yang kita mahukan, kerana pilihan sepenuhnya ditangan kita!

Wallahu'alam.............




...ustazpenang...

Ibu Mithali, Isteri Sejati

Ibu Mithali, Isteri Sejati

Ibu mithali adalah satu gelaran yang mulia dan tahap yang paling tinggi yang boleh di capai oleh para ibu yang mengikut segala suruhan Allah dan Rasulnya dengan seikhlas hatinya dan sanggup mengorbankan dirinya untuk mendidik, menghasilkan anak-anak yang soleh dan solehah. Bukan anugerah dan kata-kata pujian dari manusia yang di harapkan tetapi keredhaan dari Allah itulah yang paling utama.

Ibu Adalah Pendidik
Seseorang pendidik keluarga seharusnya memfokuskan diri pada aspek-aspek tertentu seperti :
  1. Berdoa memohon keredhaan Allah
  2. Mengistiqamahkan sunnah dan penghayatan Islam dalam rumahtangga
  3. Membersihkan hati dan pemikiran
  4. Membina kebahagiaan secara proaktif
  5. Mendidik diri sendiri
  6. Mengamalkan komunikasi dan hubungan kemanusiaan berkesan berdasarkan Al-Mawaddah (berkasih sayang) dan Ar-Rahman (kasih-mengasihani)
  7. Mengamalkan sikap dan pegangan yang betul
  8. Mengamalkan suasana persekitaran yang kondusif dan merangsang dalam rumah tangga
  9. Membina rumahtangga berasaskan Al-Muiasyarah Bil Makruf (pergaulan dan hidup bersama secara baik dan di redhai Allah)
  10. Pembangunan fizikal dan kesihatan
  11. Muhasabah diri
Adakah kita telah berjaya melaksanakan kesemua 11 aspek ini atau hanya separuh daripadanya sahaja. Jika anda telah berjaya, anda patut bangga. Namun begitu ia masih tidak mencukupi lagi, ada beberapa perkara yang perlu dititik beratkan lagi untuk mencapai IBU MITHALI ISTERI SEJATI.
Seorang ibu dan isteri positif mesti mempunyai 9 sikap mental iaitu :
  1. Positif Terhadap Perubahan
  2. Positif Terhadap Diri Sendiri
  3. Positif Terhadap Kepimpinan
  4. Positif Terhadap Masalah
  5. Positif Terhadap Orang Lain
  6. Positif Terhadap Keadaan Emosi
  7. Positif Terhadap Idea Kreatif
  8. Positif Terhadap Membuat Keputusan
  9. Positif Terhadap Qada Dan Qadar
Antara petua untuk menjadi ibu mithali :
  • Analisis diri daripada pandangan anak
  • Sedari dan fahami perbezaan anak daripada segi fizikal dan emosi
  • Bercakap benar
  • Kotakan kata-kata
  • Didik anak mengenai kemahiran sosial
  • Gunakan masa jitu untuk mengajar
  • Wujudkan suasana positif lebih dari negatif
  • Gunakan belaian positif dalam rumah tangga
  • Padam rekod negatif dalam pemikiran anak
  • Melatih anak berfikir
  • Dedahkan anak kepada pelbagai pengalaman
  • Tunjukkan contoh sihat dalam rumah tangga
  • Memimpin anak menyempurnakan ibadah umum dan khusus
  • Hidupkan sunnah dalam rumah tangga
  • Sentiasa berdoa mendapatkan bantuan dan rahmat Allah
  • Mengenal pasti potensi anak dan menyerlahkannya.
Menjadi seorang ibu mithali bukanlah mudah. Mereka mempunyai pelbagai peranan dalam rumah tangga. Antaranya ialah :
  • Pendidik keluarga
  • Pemimpin kedua dalam segala hal berkaitan dengan rumah tangga
  • Penasihat
  • Doktor dan jururawat
  • Mendisiplinkan anak-anak
  • Kawan atau sahabat
  • Penyelesai masalah
  • Merangsang perkembangan mental anak-anak
  • Mengawal perkembangan dan tingkah laku anak
  • Model pada anak-anak
  • Mendoakan kejayaan anak di dunia dan akhirat
  • Mengawal ekonomi rumah tanggaMenjaga harta suami dan keluarga
Selain daripada itu terdapat 13 prinsip ibu mithali yang perlu dicontohi iaitu :-
  1. Ibu menyerlahkan keunikan sendiri
  2. Tidak berebut kuasa dengan anak-anak
  3. Memahami teknik memuji dan mengkritik anak
  4. Bersangka positif terhadap kebolehan dan kecemerlangan setiap anak
  5. Mendidik anak berdikari
  6. Mempunyai nilai diri tinggi
  7. Bersedia meminta maaf daripada anak-anak
  8. Bertindak secara jamaah
  9. Mengorbankan kepentingan peribadi
  10. Memberi perhatian rapi terhadap setiap kegiatan yang dijalankan
  11. Meneroka dan merangsang potensi anak
  12. Sentiasa meningkatkan diri daripada segi keterampilan keibubapaan
  13. Sentiasa berdoa untuk kesejahteraan keluarga.
Kesimpulannya untuk menjadi seorang ibu yang baik mungkin kita boleh mencapainya tetapi untuk menjadi seorang ibu dan isteri yang cemerlang, kita perlu mendalami ilmu keisterian. Oleh itu berusahalah kita seberapa yang boleh untuk menjadi "ibu mithali, isteri sejati".

Wallahu'alam............



...ustazpenang...